Kuala Simpang, JBA – Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Aceh Tamiang yang digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (30/7/2026), menghasilkan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031.
Dalam forum musyawarah tersebut, Muhammad Dahlan, M.Kom.I., dipercaya untuk memimpin DDII Kabupaten Aceh Tamiang setelah peserta MUSDA menyepakati pemilihan ketua melalui mekanisme aklamasi.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran DDII dalam menjalankan gerakan dakwah di tengah masyarakat Aceh Tamiang.
MUSDA dipimpin oleh Ustadz Ahyar Sirajuddin, S.E., M.Sos., selaku Ketua Presidium Sidang, didampingi H. M. Husni Mubaraq, M.A.P., sebagai Wakil Ketua. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program, serta pembahasan berbagai agenda organisasi.
Setelah agenda pertanggungjawaban kepengurusan diselesaikan, forum kemudian memasuki tahapan pemilihan ketua. Peserta MUSDA terlebih dahulu membahas mekanisme pemilihan dan akhirnya menyepakati proses pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat.
Hasil musyawarah tersebut menetapkan Muhammad Dahlan, M.Kom.I., sebagai Ketua DDII Kabupaten Aceh Tamiang masa bakti 2026–2031.
Kepercayaan yang diberikan kepada Muhammad Dahlan menjadi amanah baru untuk membawa organisasi agar semakin aktif dalam pembinaan umat serta memperkuat program dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam penyampaian setelah terpilih, Muhammad Dahlan menegaskan bahwa kepemimpinan DDII bukanlah tanggung jawab individual, melainkan amanah yang harus dijalankan secara bersama-sama oleh seluruh jajaran pengurus.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun soliditas, memperkuat komunikasi internal, serta meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan agenda dakwah.
“Menjadi bagian dari kepengurusan Dewan Dakwah membutuhkan komitmen dan kesediaan untuk meluangkan waktu. Gerakan dakwah tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dilakukan oleh sebagian orang. Karena itu, kita membutuhkan kebersamaan, pengorbanan, dan kerja kolektif,” ujar Muhammad Dahlan.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan dakwah sebagai gerakan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan dakwah saat ini semakin kompleks sehingga organisasi perlu menghadirkan pendekatan yang mampu menjawab perkembangan sosial, pendidikan, teknologi, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Kepengurusan baru DDII Aceh Tamiang diharapkan dapat memperkuat sejumlah bidang strategis, terutama pembinaan umat, pendidikan keislaman, pengembangan sumber daya manusia, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Selain itu, kepengurusan periode 2026–2031 juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru melalui MUSDA, DDII Aceh Tamiang memasuki fase baru organisasi dengan harapan dapat menghadirkan gerakan dakwah yang lebih terarah, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
MUSDA tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan dakwah dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang.




