Mantapkan Kurikulum Berbasis Cinta, Widyaiswara BDK Aceh Gelar Workshop Persepsi

Jantho, JBA — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh memperkuat kualitas pembelajaran melalui penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebanyak 18 widyaiswara BDK Aceh mengikuti kegiatan penyamaan persepsi implementasi KBC yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026 di Aula Rapat BDK Aceh.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BDK Aceh, Qadriyah, yang didampingi Koordinator Widyaiswara, Asmahan, serta diikuti oleh seluruh widyaiswara di lingkungan BDK Aceh.

Dalam sambutannya, Qadriyah mengapresiasi antusiasme para widyaiswara dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa widyaiswara memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak bagi peserta diklat.

Menurutnya, penguatan kompetensi widyaiswara perlu terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih inovatif, tidak hanya melalui pembelajaran klasikal, tetapi juga melalui pemanfaatan media digital dan pembelajaran daring.

“Pengembangan kompetensi tidak boleh berhenti pada metode konvensional. Widyaiswara perlu terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Widyaiswara BDK Aceh, Asmahan, menjelaskan bahwa kegiatan penyamaan persepsi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaga dalam memastikan keselarasan pemahaman para widyaiswara terhadap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.

“Kegiatan ini penting untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat implementasi KBC dalam setiap program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan BDK Aceh,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, pemaparan materi, serta pendalaman konsep pembelajaran yang difasilitasi internal Widyaiswara Kamarullah, dkk.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep pembelajaran mendalam (deep learning), delapan dimensi profil lulusan, serta prinsip-prinsip pembelajaran yang menekankan penguatan karakter dan pemaknaan dalam proses belajar.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta, termasuk pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) KBC serta penyusunan komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan nilai-nilai KBC.

Sementara pada hari ketiga, peserta mendalami peran kegiatan kokurikuler dalam mendukung implementasi kurikulum, khususnya dalam membangun karakter, kolaborasi, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta diklat.

Melalui kegiatan ini, BDK Aceh berharap seluruh widyaiswara memiliki pemahaman yang selaras serta mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal dalam setiap program pendidikan dan pelatihan, sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang lebih mendalam, humanis, dan berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT