IMPELMA Banda Aceh dan Yayasan Andaru Selaras Jakarta Gelar Trauma Healing di Matangkuli

Lhoksukon, JBA – Sebagai upaya pemulihan psikologis warga pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara, Ikatan Masyarakat & Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh menggandeng Yayasan Andaru Selaras Jakarta untuk melaksanakan kegiatan Tension & Trauma Release Exercises (TRE) dan dukungan Psikososial.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu pagi (18/1/2026) di Meunasah Tanjong Haji Muda, Kecamatan Matangkuli, yang menjadi salah satu titik kumpul warga terdampak.

Bencana banjir yang kerap melanda tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga trauma dan kelelahan mental bagi masyarakat. Menyadari hal tersebut, IMPELMA menghadirkan solusi konkret melalui metode TRE untuk orang dewasa dan psikososial untuk anak-anak.

Sesi TRE (Dewasa): Diikuti oleh 50 peserta dewasa. Mereka dibekali teknik relaksasi mandiri untuk melepaskan ketegangan saraf dan stres yang menumpuk akibat trauma bencana.

Sesi Psikososial (Anak): Sebanyak 40 anak-anak mengikuti pendampingan psikososial yang dirancang untuk mengembalikan keceriaan dan menghilangkan rasa cemas pasca banjir melalui aktivitas edukatif.

Ketua Umum IMPELMA Banda Aceh, Andi Miswar, S.Sos, menegaskan bahwa bantuan untuk korban banjir tidak boleh berhenti pada sembako saja, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental.

“Warga kita di Matangkuli sudah berkali-kali menghadapi bencana banjir. Rasa lelah dan cemas itu nyata. Oleh karena itu, tadi pagi kami menghadirkan Yayasan Andaru Selaras langsung dari Jakarta untuk memberikan teknik pemulihan trauma. Kami ingin warga, terutama orang tua dan anak-anak, memiliki ketangguhan mental untuk bangkit kembali,” tegas Andi Miswar.

Sinergi Jakarta – Matangkuli
Kehadiran Yayasan Andaru Selaras dari Jakarta memberikan harapan baru bagi warga. Dengan teknik TRE, warga kini memiliki kemampuan mandiri untuk meredakan kecemasan setiap kali ancaman bencana datang. Tim ahli dari Jakarta memandu peserta secara perlahan untuk melepaskan beban emosional melalui mekanisme alami tubuh.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental masyarakat di wilayah rawan bencana.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT