Gerakkan Literasi Pengantin, Penyuluh Agama Aceh Besar Pinjamkan Buku Genre ‘Samara’ untuk Catin

Jantho, JBA – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA Baitussalam, Amiruddin menggerakkan program Literasi Pengantin sebagai upaya strategis mewujudkan keluarga maslahat bagi calon pengantin (Catin) dan pengantin baru.

Amiruddin menyebutkan pada 4 November 2026 ada Catin yang mendaftar nikah dan akan mengikuti bimbingan perkawinan (Bimwin) di KUA Baitussalam setelah pendaftaran nikah selesai. Saat mendaftar, kepada catin disarankan meminjam buku dengan genre ‘Keluarga Masalahat’.

“Buku ini miliki pribadi saya. Boleh dipinjam dan dibawa pulang. Dibaca hingga tamat dan kembalikan saat jadwal bimbingan catin nanti, sekaligus mengulas secara ringkas isi buku,” kata pria yang biasa disapa Abu Teuming yang juga Fasilitator Bimbingan Perkawinan KUA Baitussalam ini saat menyerahkan buku berjudul ‘Memuliakan Istri’, di Gampong Kajhu, Aceh Besar, Rabu, 4 November 2026.

Meskipun yang menerima buku adalah catin perempuan dengan judul memuliakan istri, tapi banyak redaksi yang juga patut dipahami oleh perempuan, sebagai bekal dan pembentuk karakter positif seorang istri.

“Program Literasi Pengantin akan menjadi role model bagi catin dan pengantin, terutama dalam wilayah binaan saya di Kecamatan Baitussalam. Kita ingin menumbuhkan motivasi para catin dan pengantin untuk mencintai buku serta membiasakan membaca buku,” ujar Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Aceh dan Direktur Yayasan Keluarga Sakinah, Mawadah, dan Rahmat (Kasamara) ini.

Ia menjelaskan selama dua tahun terakhir telah melakukan penelitian dan wawancara terhadap Catin, hampir 95 persen catin tidak pernah membaca buku bertema ketahanan keluarga atau artikel yang berkaitan dengan munakahat dan pembentukan keluarga sakinah mawaddah dan rahmah (Samara).

Praktik peningkatan literasi pengantin, kata Abu Teuming, telah diterapkan juga saat pelaksanaan bimbingan perkawinan (Bimwin) bagi catin, dengan cara membagikan modul materi bimbingan. Program ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman catin terhadap ilmu berkaitan rumah tangga, yang dapat dilakukan secara mandiri dengan cara baca buku dan artikel.

Menurutnya, perceraian makin meningkat dengan beragam alasan. Pencegahan perceraian juga mesti lebih intens, tentu dengan bermacam cara juga. Harapannya, melalui literasi pengantin secara mandiri, para pasangan paham bahwa semua dinamika rumah tingga punya solusi, sehingga tidak harus bercerai.

Abu Teuming menegaskan program literasi pengantin terus digalakkan pada catin dan pengantin. Setelah menikah, kebanyakan pengantin laki-laki dan perempuan tidak sempat hadir ke majelis ilmu seperti majelis taklim, padahal menikah disebut ibadah terpanjang. Maka untuk kualitas ibadah terpanjang, berarti perlu banyak ilmu. Setidaknya, bila tidak sempat ke majelis taklim, sempatkan diri membaca redaksi atau konten yang berkaitan dengan keluarga masalahat.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT