Sabang, JBA — Sebanyak 54 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Aziziyah Sabang mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di halaman depan Kampus STIS Al-Aziziyah Sabang, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor STIS Al-Aziziyah Sabang, Dr. Tgk. Muslem Hamdani, M.A., Pendiri STIS Al-Aziziyah Sabang, Tgk. H. Hasanoel Bashry bin H. Gadeng atau yang lebih dikenal dengan lakap Abu Mudi, yang hadir bersama keluarga besar, serta Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam. Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan makna tersendiri bagi momentum wisuda dan peresmian yang berlangsung.
Prosesi wisuda menjadi momen penting bagi 54 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di STIS Al-Aziziyah Sabang. Wisuda tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu tahapan akademik dan dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan juga dirangkai dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah. Peresmian ini menjadi bagian dari pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan Al-Aziziyah, khususnya dalam memperkuat pendidikan keislaman, keilmuan, dan pembinaan generasi.
Kehadiran Abu Mudi bersama keluarga besar menjadi salah satu momen yang turut mewarnai kegiatan. Sebagai pendiri STIS Al-Aziziyah Sabang, kehadirannya dalam prosesi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang lembaga pendidikan yang telah menjadi tempat para mahasiswa menempuh pendidikan hingga menyelesaikan studi.
Sementara itu, kehadiran Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, turut memperlihatkan keterlibatan unsur pemerintah daerah dalam momentum pendidikan dan keagamaan yang berlangsung di Kota Sabang.
Rektor STIS Al-Aziziyah Sabang, Dr. Tgk. Muslem Hamdani, M.A., bersama keluarga besar kampus turut mendampingi rangkaian kegiatan hingga selesai. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen STIS Al-Aziziyah Sabang dalam menjalankan peran pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang dapat berkontribusi di tengah masyarakat.
Bagi para wisudawan, prosesi tersebut bukan hanya menjadi seremoni akhir dari perjalanan akademik, tetapi juga menjadi awal untuk membawa ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus ke tengah masyarakat.
Sementara itu, peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah menjadi bagian dari langkah pengembangan pendidikan yang diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi pembinaan ilmu dan keislaman bagi generasi mendatang.
Rangkaian wisuda dan peresmian tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum penting bagi keluarga besar STIS Al-Aziziyah Sabang, para wisudawan, keluarga, serta masyarakat Kota Sabang.




