Peringati Hari Sawit ke-110, Sekda Aceh Tamiang Luncurkan Program VSA Seumadam

 

Kuala Simpang, Jaringanberitaaceh.com – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang meluncurkan program Verified Sourcing Area (VSA) Seumadam saat peringatan Hari Sawit Nasional ke-110 tahun, di lapangan bola kaki perkebunan Socfindo Medang Ara, Karang Baru, Kamis (18/11/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Asra mengatakan selain sebagai tempat berdirinya industri kelapa sawit nasional, Kabupaten Aceh Tamiang juga menjadi pilot project pertama di dunia untuk pelaksanaan Program Verified Sourcing Area (VSA) atau Pengembangan Daerah Sumber Terverifikasi yang berbasis yurisdiksi.

“Perkebunan kelapa sawit yang ada dapat terus survive dan menjadi komoditas unggul di dunia sebagai penghasil devisa terbesar bagi negara, demikian juga dengan peluncuran VSA Seumadam ini agar dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Berkenaan dengan peringatan Hari Sawit Nasional, ia juga menyerahkan secara simbolis Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B) kepada para petani VSA.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Fakhrurrazi mengajak seluruh pelaku utama, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan industri kelapa sawit agar peringatan hari sawit nasional menjadi momentum pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Aceh, dengan konsep daerah VSA yang baik.

“Perusahaan kelapa sawit pertama di Indonesia yakni di sini, ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita, dengan peningkatkan produktivitas kelapa sawit berkelanjutan kami harap kerjasama ini dapat dilaksanakan sungguh-sungguh dan tanggung jawab, sehingga program kelapa sawit berkelanjutan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya lugas.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia, Erik Ubasa Barus mengatakan peringatan hari sawit juga dimaksud untuk mengenang kembali sejarah kelapa sawit di Indonesia, secara khusus di tempat kelahirannya, Kabupaten Aceh Tamiang. Erik menegaskan Pemkab memiliki peran penting dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan sejumlah pelaku usaha kelapa sawit serta menjalankan program-program pembangunan kelapa sawit berkelanjutan.

Peringatan Hari Sawit Nasional juga dihadiri oleh Direktur Umum PT. Socfindo, Sugihartana. Ia tampil guna menjabarkan sejarah singkat industri kelapa sawit pertama di Indonesia, yakni di Sungai Liput, Aceh Tamiang.

Sugihartana mengatakan kelanjutan dari sejarah ini menjadi tugas perusahaan kelapa sawit dan para petani, tentunya didukung oleh pemerintah daerah, sehingga semuanya akan berjalan dengan baik.

“Perusahaan di Aceh Tamiang tidak hanya Socfindo. Semua perusahaan yang berkembang di Aceh Tamiang tentunya akan mengikuti peraturan yang berlaku, baik aturan lama maupun aturan baru. Mari sama-sama menjaga perkebunan dan lingkungan, supaya selaras untuk menjaga kelapa sawit keberlanjutan dengan tidak merusak alam dan lingkungan. Kami sampaikan kepada petani, untuk sama-sama mendukung apa yang telah dicanangkan,” ujarnya.

Peringatan Hari Sawit Nasional diisi dengan sejumlah atraksi budaya, di antaranya Silat Pelintau, Tarian Rentak Melayu dan Ula-Ula Lembing. Acara ini dihadiri unsur Forkopimda, Camat Karang Baru, para pimpinan perusahaan BUMN/BUMD/BUMS, para ketua organisasi dan koperasi pertanian, serta sejumlah petani/pekebun dalam Kabupaten Aceh Tamiang. (SM)

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT