Jakarta— Ketua Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI), Safaruddin, mengapresiasi kinerja Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang dipimpin Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, S.I.K., dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Menurut Safaruddin, JARI mencatat sejumlah prestasi Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dalam mengungkap jaringan narkotika internasional maupun domestik. Pengungkapan tersebut antara lain meliputi penyitaan narkotika dalam jumlah besar, penggagalan berbagai modus penyelundupan, serta penindakan terhadap jaringan narkoba lintas negara.
Salah satu pengungkapan besar yang menjadi perhatian adalah penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 325 kilogram di wilayah Lhokseumawe, Aceh, pada Juni 2026.
Selain itu, aparat juga mengungkap sejumlah kasus lainnya, di antaranya penggagalan penyelundupan 10,8 kilogram sabu dan cartridge etomidate, pengungkapan 12,2 kilogram sabu di Pelabuhan Bakauheni, serta jaringan narkotika asal Malaysia yang membawa 47,4 kilogram sabu dan 15 kilogram ketamin.
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri juga mengungkap modus penyelundupan ekstrem dengan menyembunyikan narkotika di dalam tubuh untuk mengelabui petugas bandara. Modus tersebut kemudian dikembangkan dalam penyelidikan hingga ke wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Apresiasi ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemberantasan narkoba yang dilakukan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Kami mencatat sejumlah kasus besar jaringan narkotika internasional dan domestik yang berhasil diungkap, termasuk jaringan Malaysia yang membawa 47,4 kilogram sabu dan 15 kilogram ketamin serta penyelundupan 325 kilogram sabu di Lhokseumawe, Aceh,” kata Safaruddin, 31 Juli 2026.
Menurutnya, berbagai pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba sekaligus menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.
Safaruddin juga menilai komitmen Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dalam menindak pelaku tanpa pandang bulu, termasuk apabila melibatkan personel kepolisian, turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kami juga melihat komitmen Dittipidnarkoba yang tidak memberikan perlakuan khusus atau impunitas bagi personel internal yang terlibat. Sudah banyak anggota polisi yang terlibat ditindak tegas tanpa pandang bulu, termasuk beberapa perwira yang diproses secara hukum. Ini menjadi prasangka baik masyarakat terhadap Polri dalam memberantas tindak pidana narkoba,” ujarnya.
Eko Hadi: Dukungan Publik Jadi Semangat Perangi Narkoba
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, S.I.K., menyampaikan terima kasih atas dukungan JARI terhadap upaya pemberantasan narkoba.
Menurut Eko, dukungan masyarakat menjadi tambahan semangat bagi jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk terus melakukan pencegahan, penyelidikan, dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia. Bersama seluruh rakyat Indonesia, mari kita perangi narkoba yang merusak bangsa dan negara. Saya atas perintah pimpinan Polri akan selalu siap melaksanakan tugas dalam pencegahan, penyelidikan, dan pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di Indonesia,” kata Eko.
Komisi III DPR RI Dorong Penguatan SDM dan Anggaran
Dukungan terhadap kinerja Dittipidnarkoba Bareskrim Polri juga disampaikan Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada 11 Juni 2026, Nasir menyampaikan dukungan terhadap langkah Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dalam menindak pelaku tindak pidana narkotika, termasuk mengejar aliran tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan kejahatan narkoba.
Nasir juga mendorong pemerintah memberikan dukungan terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran operasional untuk mendukung upaya pemberantasan tindak pidana narkotika.
“Komisi III DPR RI sangat mendukung Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dalam menindak tindak pidana narkoba dan mengejar aliran TPPU. Pemerintah juga kami harap turut memberikan dukungan untuk penguatan SDM dan anggaran operasional penindakan pidana narkoba,” tegas Nasir.
Safaruddin berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, DPR, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya pemberantasan narkoba di Indonesia semakin maksimal dan mampu memutus jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.




