Akademisi Muda Aceh Raih Penghargaan Top Lecturer in PAI Research Innovation di AICIRE 2026

Banda Aceh, JBA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi muda asal Aceh. Dr. Andika Novriadi, M.Ag berhasil meraih penghargaan Top Lecturer in PAI Research Innovation pada ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang digelar di Grand Tjokro Premiere, Bandung, Kamis (16/7/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PPPAI Indonesia, Prof. Dr. Eva Lathifah, M.Si, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi

Dr. Andika dalam pengembangan riset Pendidikan Agama Islam (PAI) yang inovatif.

Sebelum menerima penghargaan, ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mempresentasikan hasil penelitian mereka pada forum ilmiah internasional tersebut. Dalam kesempatan itu, Dr. Andika tampil memaparkan hasil riset dengan menonjolkan novelty, research gap, serta gagasan pengembangan pendidikan Islam berbasis inovasi.

Ia juga menjelaskan potensi besar penerapan metode Research and Development (R&D) di perguruan tinggi sebagai pendekatan penelitian yang tidak hanya menghasilkan teori, tetapi juga mampu melahirkan produk pendidikan yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

Tak hanya meraih penghargaan Top Lecturer in PAI Research Innovation, Dr. Andika juga dinobatkan sebagai penerima Top Lecturer in Religious Moderation Community Service. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan moderasi beragama yang didasarkan pada data faktual, khususnya di kawasan perbatasan Aceh.

Dalam forum nasional tersebut, Dr. Andika sebagai akademis berbasic Dayah yang juga menempati Ketua Bidang Kerja Sama, Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, mengajak para dosen untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dengan ulama, dayah, dan organisasi kepesantrenan dalam melaksanakan riset.

Menurutnya, sinergi antara akademisi dan ulama akan menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual, mampu menjawab persoalan umat, sekaligus memperkuat pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

“Kolaborasi antara dosen dan ulama merupakan kekuatan besar dalam melahirkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Andika di hadapan peserta konferensi.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Aceh. Melalui prestasi dan gagasan yang dibawanya di forum ilmiah nasional,

Dr. Andika menunjukkan bahwa akademisi muda dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi riset Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada solusi dan kemaslahatan masyarakat.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT