73 Siswa MIN 27 Aceh Besar Ikuti Perjusa, Kakan Kemenag Beri Tiga Pesan Penting

Aceh Besar – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin, SE, membuka kegiatan ekstrakurikuler Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) MIN 27 Aceh Besar yang berlangsung di Lapangan Gunung Bathok Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat 12 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Saifuddin menegaskan bahwa kegiatan perkemahan bukan sekadar agenda rutin atau aktivitas berkemah biasa, melainkan wadah pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

“Perkemahan Jumat-Sabtu ini bukan acara berkemah biasa. Ini adalah tempat kalian menempa diri menjadi lebih baik sesuai dengan cita-cita yang kita harapkan bersama,” ujar Saifuddin di hadapan para peserta.

Kegiatan Perjusa tersebut diikuti oleh 73 siswa kelas V dan VI MIN 27 Aceh Besar. Mengenakan seragam Pramuka lengkap, para peserta memulai kegiatan dengan upacara pembukaan. Meski berada di bawah terik matahari, semangat para peserta tetap terlihat tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari.

Turut hadir dalam upacara pembukaan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar, Hj. Yasmaidar, SE, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Besar, H. Suryadi, S.Ag., M.Pd., serta Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, S.Ag.

Pria yang akrab disapa Yahwa itu menyampaikan tiga pesan penting yang harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota Pramuka MIN 27 Aceh Besar, baik selama mengikuti perkemahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan pertama adalah meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab. Menurutnya, perkemahan menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar melakukan berbagai hal secara mandiri, mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan kebutuhan makan, hingga mengatur waktu.

“Jauh dari orang tua bukan berarti kalian bisa bermalas-malasan. Justru ini merupakan kesempatan emas untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok,” katanya.

Pesan kedua adalah memperkuat ukhuwah dan kerja sama. Ia mengajak para peserta menjadikan perkemahan sebagai sarana mempererat persaudaraan melalui sikap saling membantu, menghargai, dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

“Jadikan perkemahan ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Saling tolong-menolong, saling menghargai, dan hilangkan ego masing-masing. Ingat, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujarnya.

Sementara itu, pesan ketiga adalah menjaga akhlak dan ibadah. Sebagai siswa madrasah, peserta diminta menunjukkan jati diri sebagai Pramuka yang religius dengan tetap menjaga shalat berjamaah, sopan santun, serta tutur kata selama berada di lingkungan perkemahan.

“Jangan pernah meninggalkan shalat lima waktu secara berjamaah. Laksanakan apa yang diperintahkan agama serta jaga adab dalam bersikap, baik kepada sesama teman, guru, maupun kakak pembina selama mengikuti kegiatan ini,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Saifuddin mengingatkan para peserta agar memanfaatkan seluruh materi yang diberikan pembina dengan sebaik-baiknya. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan penuh semangat, keceriaan, dan disiplin tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kelancaran bagi kita semua,” pungkasnya.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT