Banda Aceh, JBA – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, menyambut kunjungan silaturahmi Komisi Informasi (KI) Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketua KI Aceh, Junaidi, bersama jajaran pada Senin (25/05/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi terkait keterbukaan informasi publik serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan BBPOM Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan KI Aceh melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas di lingkungan BBPOM Aceh, mulai dari laboratorium pengujian, ruang pelayanan publik, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya. Selain itu, kedua pihak juga berdiskusi terkait penguatan keterbukaan informasi publik, inovasi pelayanan, serta upaya peningkatan akses informasi bagi masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi KI Aceh terhadap capaian BBPOM Aceh yang berhasil meraih nilai sempurna 100 dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Prestasi tersebut menempatkan BBPOM Aceh sebagai salah satu instansi dengan komitmen tinggi terhadap pelayanan publik yang transparan, informatif, dan akuntabel di Aceh.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang akuntabel dan berkualitas,” ujarnya.
Ketua KI Aceh, Junaidi, turut memberikan apresiasi atas capaian dan komitmen BBPOM Aceh dalam implementasi keterbukaan informasi publik.
“BBPOM Aceh menunjukkan komitmen yang sangat baik dalam pelayanan informasi publik. Nilai sempurna yang diraih bukan hanya angka, tetapi mencerminkan keseriusan dalam membangun tata kelola informasi yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menilai BBPOM Aceh memiliki potensi besar menjadi instansi percontohan keterbukaan informasi publik di Aceh. Menurutnya, pelayanan yang didukung sarana memadai, keterbukaan informasi, serta inovasi pelayanan publik menjadi nilai tambah yang patut diapresiasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Selain membahas keterbukaan informasi publik, diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan literasi masyarakat terkait keamanan obat dan makanan melalui penyebaran informasi yang mudah dipahami, cepat, dan terpercaya. Hal ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang valid mengenai obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BBPOM Aceh dan KI Aceh dapat terus diperkuat dalam mendukung pelayanan publik yang semakin transparan, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di Aceh.




