Tim PKM Unesa Perkuat Kapasitas Guru terkait Literasi Berbasis Mitigasi Bencana di Aceh Tamiang

Kuala Simpang, JBA – Di tengah situasi pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, pendidikan menjadi hal penting yang harus tetap berjalan sebagai bagian dari proses pemulihan. Namun, keberlanjutan pembelajaran tidak hanya bergantung pada kesiapan siswa, melainkan juga pada kapasitas guru untuk beradaptasi dengan kondisi darurat.

Dalam hal ini, Tim PKM Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksnakan program pendampingan guru dengan tema Lentera: Pendampingan Bahan Ajar Literasi Berbasis Mitigasi Bencana bagi Anak Terdampak Bencana pada 31 Januari 2026 di SDN 2 Percontohan, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 guru dari berbagai sekolah di Aceh Tamiang sebagai upaya penguatan kompetensi dalam merancang pembelajaran literasi yang adaptif dan kontekstual. Ketua tim PKM, Melia Dwi Widayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa literasi tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga proses mengolah, memahami, serta menggunakan informasi secara kritis. Menurutnya, literasi memiliki peran krusial bagi anak-anak dalam situasi darurat karena kemampuan kognitif mereka masih berkembang dan membutuhkan pendampingan untuk memahami peristiwa yang terjadi di sekitar mereka.

“Kita semua tidak pernah ada yang siap dengan kondisi ini, tetapi kita sebagai guru memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih tinggi dibanding anak-anak. Maka anak-anak seharusnya kita lindungi. Jika memang mereka memiliki trauma, tugas kita untuk mendampingi, membantu mereka memahami situasi,” ujar Melia.

Setelah sesi pemaparan materi, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) literasi berbasis mitigasi bencana. Mereka saling bertukar gagasan terkait integrasi materi kebencanaan dalam pembelajaran yang tetap selaras dengan kurikulum darurat. Beberapa perwakilan kelompok kemudian mempresentasikan hasil rancangan LKPD mereka.

Dengan adanya pendampingan ini, guru diharapkan mampu memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara inovatif, sehingga kegiatan belajar tetap berjalan efektif meskipun dalam keterbatasan pascabencana.

Tim PKM juga berharap agar pendidikan di Aceh Tamiang tetap berjalan. Di mana guru memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mendampingi siswa menghadapi situasi darurat, serta membentuk mereka sebagai generasi yang lebih tangguh dan sadar akan mitigasi bencana.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT