Solidaritas Pasca Banjir, Apoteker Aceh Salur Bantuan ke 450 Korban dan 20 Rekan Sejawat

Kuala Simpang, JBA – Lebih dari sebulan pasca banjir besar yang menyapu sejumlah wilayah Aceh, pemandangan pilu masih menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah rumah-rumah yang porak poranda dan lapisan lumpur yang mengering, semangat gotong royong justru bersinar. Salah satunya terpancar dari aksi solidaritas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Aceh melalui program “IAI Peduli Banjir Sumatera”, yang berlangsung selama sejak 1-3 Januari 2026.

Tim peninjau IAI menemukan fakta bahwa banyak rumah warga, termasuk milik sejawat apoteker, masih tertimbun lumpur dan rusak berat, jauh dari kondisi layak huni. Suasana haru dan keharuan mendalam menyertai penyaluran bantuan. Di salah satu lokasi, terlihat sejawat apoteker yang tengah membersihkan sisa lumpur di rumahnya, matanya sembap, namun senyumnya merekah saat menerima bantuan dari kawan seprofesi.

“Ini lebih dari sekadar bantuan materi. Ini pengingat bahwa kami tidak sendirian,” ucap salah satu apoteker penerima manfaat dengan suaranya lirih penuh syukur.

Koordinator Lapangan kegiatan, apt. Tedy Kurniawan Bakri, M. Farm., di Aceh Tamiang, 4 Januari 2026, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata solidaritas dan tanggung jawab moral profesi.

“Pemulihan belum optimal. Dukungan logistik, kesehatan, dan pendampingan psikososial masih sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat mereka,” jelas Tedy.

Bantuan yang disalurkan secara langsung oleh Pengurus Daerah (PD) IAI Aceh bersama Pengurus Cabang (PC) IAI Aceh Tamiang serta relawan apoteker, begitu komprehensif. Sekitar 450 warga terdampak dan 20 keluarga apoteker menerima paket bantuan berupa tenda, tempat tidur lipat, beras, minyak goreng, susu, biskuit, kurma, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, sarden, telur, pembalut wanita, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Tak lupa, bantuan dana tunai juga diberikan untuk mendukung proses pembersihan dan perbaikan rumah.

Di balik penyaluran yang berjalan lancar dan tertib, IAI Aceh mencatat sejumlah persoalan mendesak yang masih membelit korban: keterbatasan air bersih, fasilitas pendidikan yang lumpuh, kerugian harta benda, dan trauma mendalam yang menghantui. Menanggapi hal ini, IAI Aceh merekomendasikan tindak lanjut berupa penyaluran bantuan tambahan, pelayanan kesehatan bergerak, serta intervensi psikososial khususnya bagi anak-anak dan korban yang terdampak trauma.

“Melalui semangat kepedulian ini, kami berharap beban saudara-saudara kami sedikit terangkat dan pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat,” tutup Tedy, mewakili harapan seluruh keluarga besar IAI Aceh.

Aksi nyata ini bukan hanya sekadar distribusi logistik, melainkan sentuhan hati yang menguatkan, mengingatkan bahwa dalam setiap kesulitan, ada tangan-tangan bersolidaritas yang siap mengulurkan bantuan dan membangun kembali harapan.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT