Sasar Remaja, IPARI Bireuen Rangkul Dua Sekolah

Bireuen, JBA – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Remaja dengan slogan Penyuluh Sahabat Remaja pada Selasa (27/2). Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi terpisah yaitu di SMA Negeri 3 Bireuen dan SMA Negeri 1 Jeumpa.

Penyuluhan kali ini juga melibatkan semua para ASN Penyuluh Agama Islam di bawah Kementerian Agama Kab.Bireuen yang berjumlah 59 orang dan dibagi menjadi dua tim. Topik inti yang disampaian para penyuluh yaitu pengenalan jatidiri serta pengelolaan emosi kaum remaja.

Menurut Ketua PD IPARI Bireuen, Drs. Muzakir, para penyuluh agama ingin menjadikan para remaja sebagai sahabat. “Kegiatan ini juga bertujuan agar para remaja tidak perlu segan dan sungkan untuk bercerita tentang segala problematika hidup mereka. Kita berharap mereka menjadikan penyuluh sebagai tempat mereka menyelesaikan masalah. Karena itu dalam program ini kita mengambil sebuah tema penyuluh sahabat remaja,” ujarnya.

Dia menambahan, menyikapi perkembangan belakangan ini yang menunjukkan bahwa faktor maraknya kenakalan remaja sudah sangat mengkhawatirkan. “Maka kita dari unsur penyuluh juga punya andil dalam upaya pencegahan itu semua,” terang Muzakir.

Sementara itu, Kepala SMA 3 Bireuen, Abdullah, S.Pd,MM mengucapkan terimakasih atas kontribusi para penyuluh yang telah melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa di sekolahnya. “Hal ini kami anggap sangat berguna sekali,terutama dalam hal pencegahan kenakalan remaja yang memang kita ketahui belakangan ini semakin meningkat. Maraknya begal, serta peredaran narkoba yang melibatkan kaum remaja juga harus jadi perhatian kita semua termasuk para orangtua sendiri,” Jelas Abdullah.
Secara terpisah, Kepala SMA 1 Jeumpa Dra Rosnidar MM, mengatakan sangat berterima kasih pada para penyuluh yang tergabung dalam IPARI dalam melaksakana penyuluhan di SMA tersebut. ” Kami mengharapkan untuk dapat terus berlanjut di kemudian hari, terlebih lagi di bulan Ramadhan yang akan datang ini untuk dapat dan bersedia mengisi materi lainnya sesuai dengan kebutuhan para remaja,” Pinta beliau.

Di bagian lain, Tgk Haryadi selaku salah seorang pemateri menyampaikan bahwa konsep pengenalan jati diri para remaja harus dilakukan sejak dini. “Saat remaja perkembangan emosi sangat memuncak karena pada saat masa remaja adalah proses menuju dewasa. Pada saat remaja memang susah untuk mengontrol emosi karena perkembangan antara emosi pada saat kecil menuju dewasa. Karena itu harus sejak dini kita tanamkan pengenalan jatidiri kepada mereka semua,” Ujar Penyuluh Kec. Peulimbang ini.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT