DPP IKAN Beraudiensi dengan Disdik Dayah Aceh

Banda Aceh, JBA – Dewan Pengurus Pusat Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) beraudiensi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Dayah Aceh, di Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat, 23 Februari 2024.

Ketua Umum DPP IKAN, Syahrul Maulidi SE MSi mengatakan lembaga yang pimpin terbentuk 2013 dan sudah ada DPD IKAN di 14 kabupaten/kota. IKAN termasuk organisasi yang aktif dan konsisten menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba. Sebab siapa pun bisa terpengaruh dengan benda haram ini, baik masyarakat biasa, TNI, Polri, termasuk santri.

“Itu sebab kita ingin santri memiliki bekal memadai tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sehingga saat berdakwah juga mengaitkan materinya tentang narkoba,” jelasnya.

Syahrul Maulidi menyebutkan santri yang keluar dari dayah sangat rentan dengan penyalahgunaan narkoba, di luar dayah ada agen-agen kecil yang mencari konsumen, termasuk santri.

Ia menyebutkan pernah ada santri yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Mereka dirayu oleh agen dengan alasan supaya mudah hafal hadis, ayat, dan kitab.

Menurutnya, banyak persoalan narkoba yang berdampak pada kekerasan dan tergabung dengan geng motor. Bahkan hasil penelitian BNN menerangkan penyebab awal terpengaruh narkoba 90% karena merokok.

“Dampaknya ngeri, ada yang membunuh, melawan orang tua, dan mencuri,” tegas Syahrul Maulidi.

Syahrul mengatakan inilah yang perlu ikhtiarkan bersama untuk selamatkan santri. Memang tidak sanggup menyelamatkan semua generasi, namun dapat diupayakan sesuai kapasitas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Dayah Aceh, Dr H Munawar A. Jalil MA mengatakan persoalan narkoba memang sudah menyeluruh. Kapolda Aceh juga mengakui kasus narkoba di Aceh cukup memprihatinkan.

Munawar mengakui penyalahgunaan narkoba harus dicegah sejak dini, supaya tidak menular pada orang lain. Yang paling penting adalah menjaga generasi yang belum terpengaruh narkoba.

“Insyaallah Disdik Dayah Aceh siap berkolaborasi dengan IKAN. Kami sepakat untuk tindaklanjut kegiatan ini di lingkungan dayah demi menyelamatkan santri,” tegasnya saat memimpin audiensi.

Ia menyebutkan, pada dasarnya Disdik Dayah Aceh ingin berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk dalam hal penanganan kekerasan di lingkungan dayah. Karenanya ia akan membentuk tim penanganan kekerasan di lingkungan dayah.

“Kami menyambut baik audiensi IKAN dan ke dapan kami ingin bersama-sama memberantas narkoba,” tegasnya didampingi Kepala Bidang Sumber Dayah Manusia (Kabid SDM) Disdik Dayah Aceh, Andransyah SAg MH dan Kabid Kesantrian Disdik Dayah Aceh, Irwan SH.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT