DPD BM PAN Aceh Jaya Musawir Desak Pemerintah Segera Bangun Jembatan

CALANG,JBA – Tragedi yang terjadi di sungai penghubung Desa Sabet menuju Desa Mareu, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, menjadi peringatan serius atas pentingnya pembangunan infrastruktur yang aman bagi masyarakat. Seorang warga Desa Mareu dilaporkan terseret arus sungai hingga meninggal dunia pada Minggu, (18/10 2026).

Peristiwa tragis tersebut kembali menyoroti kondisi akses penyeberangan yang selama ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya warga dan petani yang setiap hari melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Menyikapi kejadian tersebut, Sekretaris DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Aceh Jaya, Musawir, yang merupakan putra daerah kelahiran Desa Sabet, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan instansi terkait agar segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan pembangunan jembatan penghubung Desa Sabet–Desa Mareu.

Menurut Musawir, peristiwa yang merenggut nyawa warga tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Persoalan jembatan ini bukan lagi sekadar kebutuhan pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua sekaligus peringatan serius bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban berikutnya baru kemudian bergerak. Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata agar masyarakat memiliki akses penyeberangan yang aman,” tegas Musawir.

Ia menambahkan, sebagai putra daerah yang lahir di Desa Sabet, dirinya memahami pentingnya akses penghubung tersebut bagi masyarakat Desa Sabet dan Desa Mareu. Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang dihadapi warga.

Musawir menjelaskan bahwa selama ini masyarakat, terutama para petani, menghadapi kesulitan ketika hendak pergi ke kebun maupun kembali ke rumah saat musim hujan.

Debit air sungai yang meningkat secara tiba-tiba membuat akses penyeberangan sulit dilalui. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi warga yang harus menyeberang setelah seharian bekerja.

Bahkan, ketika arus sungai meningkat pada sore hari, petani yang hendak pulang dari kebun terkadang terpaksa menunggu berjam-jam di sekitar sungai karena tidak dapat menyeberang dengan aman.

“Bayangkan bagaimana kondisi masyarakat yang seharian bekerja mencari nafkah, tetapi ketika hendak pulang justru terhambat oleh banjir. Mereka menghadapi risiko hanya untuk bisa kembali ke rumah. Dengan adanya peristiwa yang menelan korban jiwa ini, pemerintah harus menjadikan pembangunan jembatan sebagai persoalan yang mendesak,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus dihadapkan pada kondisi yang membahayakan keselamatan hanya karena belum tersedianya jembatan penghubung yang layak.

Selain menyoroti aspek keselamatan, Musawir juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan penghubung Desa Sabet–Desa Mareu. Pasalnya, di lokasi tersebut telah terdapat abutmen atau struktur penyangga jembatan, tetapi hingga kini belum dilengkapi dengan jembatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan abutmen tersebut seharusnya menjadi bagian dari tahapan pembangunan menuju tersedianya akses penghubung yang aman dan layak bagi warga.

“Kita tentu mengapresiasi apabila sebelumnya sudah ada pembangunan abutmen. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pembangunan jembatan belum juga dituntaskan? Pemerintah perlu menjelaskan kendala yang dihadapi dan memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunannya,” kata Musawir.

Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana pembangunan tersebut, termasuk memastikan status perencanaan, ketersediaan anggaran, serta langkah teknis yang diperlukan agar pembangunan dapat segera dilanjutkan sesuai ketentuan.

Menurutnya, jangan sampai pembangunan yang telah dimulai berhenti tanpa kejelasan, sementara masyarakat terus menghadapi kesulitan dan risiko keselamatan setiap kali debit air sungai meningkat.

Pemerintah Tidak Menutup Mata, Sebagai putra daerah kelahiran Desa Sabet sekaligus Sekretaris DPD BM PAN Aceh Jaya, Musawir menegaskan bahwa jembatan penghubung Desa Sabet–Desa Mareu memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat, dan mobilitas warga.

Ia menilai, keterbatasan infrastruktur dasar tidak boleh terus menjadi beban masyarakat, terlebih ketika kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa.

Musawir meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, dinas terkait, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pembangunan infrastruktur agar segera turun ke lapangan dan menentukan langkah penyelesaian yang jelas.”tutupnya.

 

 

 

 

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT