Tokoh Masyarakat Dewantara Peusijuek Komisaris & Direktur PT PIM




Dewantara – Tokoh Masyarakat Dewantara yang terdiri dari Ulama, Camat, Imum Mukim, Forum Keuchik, H. Abubakar Abbas, HM. Yasin Ishak, Imum Chiek Masjid Besar Bujang Salim, Ketua BKM Bujang Salim dan sejumlah tokoh lainnya, Senin (09/11/2020) menggekar acara Peusijuek terhadap Komisaris dan Direktur PT Pupuk Iskandar Muda yang baru di Masjid Besar Bujang Salim, Dewantara – Aceh Utara.

Adapun para komisaris dan direktur yang di peusijuek adalah Bambang Rantam Sariwanto (Komisaris Utama), Husain Abdullah (Komisaris), Ahmad Erani Yustika (Komisaris), Marzuki Daud (Komisaris Indipendent), Yanuar Budinorman (Direktur Utama) dan Jaka Kirwanto (Dir. Operasi & Produksi), sementara Rochan Syamsul Hadi (Dir. Keuangan & Umum) berhalangan hadir.

Acara Peusijuek tersebut dilakukan oleh Tgk. H. Mustafa H. Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Tgk H.M.Yunus Adami (Abu Yunus) dan Imum Chiek Masjid Besar Bujang Salim, Tgk Zainuddin Basyah secara bergantian.

Acara juga dihadiri oleh Camat Dewantara, Nawafil Mahyudha, Manager Humas PT PIM, Nasrun, beserta staf, VP PKBL & CSR PT PIM, Zulhadi Banta, Ketua Forum Keuchik Yusuf Beuransah, SE beserta 15 Keuchik, pengusaha setempat dan para pengurus OKP, pengurus ormas dan para tokoh masyarakat Dewantara.

Ketua Panitia H. Badruddin Ar, SE, MM, dalam sambutannya menjelaskan sejarah dari Teuku Bujang Salim atau Bujang Selamat sebagai seorang pahlawan perintis kemerdekaan yang pernah diasingkan Belanda ke Papua, lalu sepulangnya dari pengasingan setelah kemerdekaan Tahun 1945 beliau membangun Masjid yang namanya diabadikan masyarakat sebagai nama Masjid.

“Masjid Besar Bujang Salim juga pernah mendapatkan predikat sebagai Masjid Besar terbaik nasional bidang Ri’ayah pada Tahun 2016,” sebutnya.

Badruddin juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tokoh masyarakat, Camat, para Keuchik, pengusaha dan tokoh masyarakat bekerjasama demi suksesnya acara peusijuek ini, Maka ke depan kami harap PT Pupuk Iskandar Muda dapat memanfaatkan lahan PT AAF yang saat ini telah menjadi miliknya, sebagai lahan industri yang dapat menampung tenaga kerja.

“Jauh sebelumnya, sewaktu PT AAF akan dijual kepada Cina dan dinyatakan bukan BUMN, kami bersama tokoh masyarakat pernah beraudensi dengan pemerintah yang dibantu oleh Marzuki Daud (Komisaris Indipenden) ketika masih menjabat sebagai anggota DPR-RI dan waktu itu kami meminta agar pemerintah dapat memperhatikan permohonan masyarakat yang telah mengiklaskan tanahnya sebagai lahan PT AAF agar jangan dijual dan memohon agar menjadikannya sebagai aset BUMN” jelasnya.

Selanjutnya, tokoh masyarakat, Tgk H. Abubakar Abbas mengungkapkan filosofi dari peusijuek yang merupakan adat Aceh, “Bapak-bapak telah dipeusijuek dengan menggunakan air yang bersih dari ikatan berbagai dedaunan yang melambangkan penyatuan kuat kebersamaan, walau berbeda daun dan bunganya, Maka kami harap untuk tidak berpencar dalam mengambil kebijakan demi kemajuan lingkungan,” harapnya.

“Kami juga berharap agar dilokasi PT AAF yang telah dibeli oleh PT PIM supaya dapat difungsikan sebagai lahan penampungan tenaga kerja dengan membangun industri baru dan juga berharaap agar jangan timbul kembali berita sulitnya mendapatkan gas alam, karena Aceh kaya dengan kandungan gas,” tutur H. Abubakar.

H. Abubakar Abbas juga menitipkan Masjid Besar Bujang Salim beserta seluruh gampong bekas binaan PT AAF agar dapat menjadi Gampong binaan PT PIM.

Yanuar Budinorman, Direktur Utama PT PIM mengharapkan dukungan dari Ulama, Tokoh Masyarakat, Pengusaha dan Pemuda dalam menjalankan tugasnya, “Insya Allah kedepada kita tidak akan mengalami lagi kekurangan gas, termasuk PIM 2.

“Ke depan kita akan bekerjasama dengan investor demi menghidupkan industri baru di lahan yang kita beli dan akan kita bangun Iskandar Muda Industri Area (IMIA), semoga dengan pembangunan lokasi industri baru dapat meningkatkan pertumbahan ekonomi masyarakat dewantara khususnya dan Aceh Utara umumnya” harap Yanuar.

Ketua BKM Masjid Besar Bujang Salim, Tgk Jalaluddin H. Ibrahim berharap, agar kita dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan itu adalah sebaik-baiknya manusia sebagaimana disebutkan Allah dalam Al-Qur’an.

“Maka kami mohon kepada komisaris dan direktur yang telah dipeusjuek agar menjadikan seluruh Gampong dalam Kecamatan Dewantara sebagai Gampong binaan PT PIM dan semoga dapat terkabul,” tutup Beliau dengan Do’anya. Ok.

spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

4 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] Information to that Topic: jaringanberitaaceh.com/ekonomi/tokoh-masyarakat-dewantara-peusijuek-komisaris-direktur-pt-pim/ […]

Comments are closed.