Ketua Hipsi Harap Pj Gubernur Aceh Sokong Wirausaha Santri




Banda Aceh, Jaringanberitaaceh.com – Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki secara resmi telah dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai Penjabat (Pj) gubernur Aceh dalam rapat paripurna, di gedung utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), di Kota Banda Aceh, Rabu pagi, 6 Juli 2022.

Mendagri melantik Achmad Marzuki di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Zulkifli Yus, disaksikan tamu undangan.

Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Provinsi Aceh, Muhammad Balia SIkom mengajak semua pihak bersinergi untuk mendukung Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, demi mengeluarkan Aceh dari status provinsi termiskin.

Kemudian, tutur Balia, Pj Gubernur Aceh harus merangkul kelompok yang selama ini sudah terkotak-kotak. Salah satunya hubungan baik dengan DPRA merupakan sebuah keniscayaan bagi Achmad Marzuki, dalam rangka menghilangkan pro dan kontra.

Kata Balia, dengan latar belakang pernah memimpin Kodam Iskandar Muda, Achmad Marzuki diyakini mampu melaksanakan tugas dengan baik sebagai Pj Gubernur Aceh hingga nanti tahun politik 2024 selesai.

“Selama beliau bertugas di Aceh sebagai Pangdam, Pak Achmad Marzuki terkenal dekat dengan kalangan santri dan ulama Aceh, salah satu buktinya, beliau di tengah kesibukannya menyempatkan hadir dalam acara silaturrahmi akbar ulama Aceh di bulan November 2021 silam,” ujar Muhammad Balia melalui siaran pers di Banda Aceh, Kamis, 7 Juli 2022.

Faktor kedekatan dengan Ulama Aceh, Balia meyakini Achmad Marzuki akan dengan mudah melewati peralihan kekuasaan dari Nova Iriansyah. Untuk itu, Hipsi Aceh, menaruh harapan tinggi kepada Achmad Marzuki untuk membangun wirausaha santri melalui pengembangan UMKM pesantren dan dayah di seluruh Aceh.

Sebab, dengan berkembang dan tumbuhnya UMKM pesantren, otomatis akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penjualan produk-produk hasil karya santri di Aceh. Perhatian dan sokongan modal dari pemerintah Aceh sangat dibutuhkan oleh santri, agar ekonomi umat tumbuh.

“Pembangunan ekonomi dayah melalui peningkatan SDM dan perhatian terhadap UMKM pesantren tentu sangat urgen dilakukan, karena Hipsi Aceh ingin melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari kalangan santri, mohon Bapak Achmad Marzuki memberikan atensi terkait hal ini,” tuturnya.

Program mencetak pengusaha dari santri sejalan dengan program Hipsi pusat, yang sejak awal berdirinya Hipsi ingin menciptakan 1 juta pengusaha dari kalangan santri.

“Kita tidak meragukan kemampuan santri dalam membaca kitab. Tetapi, Hipsi Aceh ingin Pj Gubernur Aceh dapat membekali santri dengan penguatan SDM di berbagai bidang lainnya, agar saat selesai mondok, minimal ada bekal yang mereka bawa untuk berwirausaha ataupun dalam kapasitas lainnya dalam masyarakat,” tutup Balia.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT