Tutup Rakernas, H Amirullah: Tunjukkan IPARI Itu Macan

Jakarta, JBA – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PP IPARI), Drs KH Daloh Abdullaloh MIKom mengucapkan terima kasih atas pembekalan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Direktur Penerangan Agama Islam selama masa Rakernas. Banyak pengetahuan dan informasi yang diperoleh selama Rakernas.

Seiring akan datang bulan Ramadhan, ucap Daloh Abdullah, akan diadakan kegiatan bersama stakholder di beberapa titik di Indonesia untuk realisasi kegiatan moderasi beragama, tentunya sesuai dengan budaya masing-masing daerah.

“Jadi kegiatan moderasi beragama nantinya harus didokumentasikan agar bisa disampaikan pada Kasubdit PAI hingga ke Pak Menteri,” harap Daloh Abdullah yang didampingi Sekretaris Umum PP IPARI.

Dalam Rakernas ini, ujarnya, banyak hal yang disepakati dan ada beberapa poin penting berupa rekomendasi. Banyak aspirasi kawan-kawan yang sudah dirangkul, termasuk rekumendasi memprioritaskan Penyuluh Agama Islam sebagai petugas haji dalam seleksi tahunan.

“Harapannya, Pak Kasubdit PAI bisa menyampaikan pada pihak berkepentingan agar memprioritaskan PAI jadi petugas haji,” pintanya.

Initnya, kata Abdaloh, secara tertulis sudah banyak rekomendasi teman-teman penyuluh agama yang akan diserahkan pada Kasubdit PAI.

Forum ini, tegas Daloh Abdaloh, juga akan memperkuat posisi PAI Non PNS untuk menjadi ASN sebagaimana telah diperjuangkan Ditjen Bimas dan Direktorat Penerangan Agama Islam, tentu sesuai regulasi.

“Atas nama IPARI, kami mengucapkan terima kasih pada Kasubdit PAI dan timnya yang telah memfasilitasi Rakernas IPARI,” tegas Daloh Abdaloh didampingi Sekretaris Umum PP IPARI.

Menurutnya, Kasubdit PAI telah mencetak sejarah dalam dunia penyuluh agama, karena telah memprakarsai terbentuknya IPARI.

Sementara Kepala Sub Direktorat Penyuluh Agama Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI, H Amirullah MA memohon maaf atas pelaksanaan Rakernas IPARI yang dikemas dengan konsep happy , supaya peserta Rakernas dapat menggali ide secara maksimal dan menuangkan dalam program kerja.

“Saya meminta komitmen yang hadir dan Ketua PW IPARI dan penyuluh agama agar menunjukkan diri sebagai macan, bukan tikus. Bahwa kita hebat dan kita luar biasa,” kata Amirullah saat menutup secara resmi Rakernas PP IPARI, di Aston Kartika Grogol Hotel, Jumat malam, 8 Maret 2024.

Ia menyatakan, kalau IPARI dan penyuluh agama dianggap hal biasa, maka nanti IPARI dan penyuluh agama akan biasa-biasa saja eksistensinya.

“Ingat, IPARI bukan organisasi kecil. Struktur kita bahkan ada hingga tingkat kecamatan. Yang diperlu ditekankan bahwa apakah hadir ke Rakernas benar-benar panggilan jiwa dan menjadikan penyuluh agama sebagai fishion hidup.

‘Kalau merasa IPARI dan jabatan penyuluh agama hanya batu loncatan dan bukan pilihan, maka IPARI dnlan penyuluh agama juga akan biasa-biasa saja,” tegas Kasubdit PAI didampingi Koordinator Pengevaluasi Program Penyuluh Agama Islam, H Heru Susanto.

Ia mengajak pengurus IPARI dan penyuluh agama untuk menunjukkan kita mampu menguasai media. Saya ingin IPARI ini berkibar, sebab yang hadir ini adalah orang-orang hebat.

Amirullah juga menyatakan banyak penyuluh yanh belum menjadikan profesi penyuluh agama sebagai fashion hidup. Ini menjadi problem secara nasional, bahwa penyuluh belum bangga denga profesi penyuluh agama.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT