Terkait Aceh Vespa Festival, Pendemo: Kadisbudpar Aceh Harus Dievaluasi

Banda Aceh, JBA – Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (GEMPA) melakukan aksi demo di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Banda Aceh, Kamis pagi, 3 Agustus 2023.

Koordinator lapangan GEMPA, Mukhlis SE menyebutlan pihaknya merasa prihatin dengan adanya pelaksanaan even Aceh Vespa Festival tahun 2023, yang dinilai merugikan dan meresahkan rakyat Aceh.

GEMPA, sebut Mukhlis, memahami bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, dan kami juga menyambut positif inisiatif mengadakan berbagai acara guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami ingin mengekspresikan keprihatinan terhadap dampak negatif dari Aceh Vespa Festival yang telah berlangsung. Even ini seharusnya menjadi momen kegembiraan dan kebersamaan bagi warga Aceh, sayangnya telah berubah menjadi sumber ketidakpuasan dan kekecewaan,” ujarnya.

Semestinya, tegas Mukhlis, even ini menjadi ajang mempromosikan pariwisata dan memperkenalkan budaya daerah, ternyata menyisakan banyak masalah dan dampak negatif bagi masyarakat.

GEMPA juga memparkan beberapa poin permasalahan dalam aksi demo tersebut.

1. Kebisingan. Even Aceh Vespa Festival ini seringkali menyebabkan gangguan kebisingan yang mengganggu ketentraman dan kenyamanan warga setempat dan wisatawan yang sedang berlibur di wilayah tersebut. Dampak kebisingan ini berpotensi mengganggu ekosistem alam dan dapat merusak kualitas lingkungan hidup;

2. Festival ini juga telah menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa wilayah,
mengakibatkan hambatan dalam mobilitas warga setempat dan kunjungan wisatawan. Kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan yang ingin menikmati objek wisata dengan leluasa.

3. Pelaksanaan Aceh Vespa Festival yang tidak terkelola dengan baik juga meninggalkan dampak negatif pada lingkungan, seperti asap bermotor, sampah yang berserakan dan kerusakan infrastruktur akibat penggunaan kendaraan bermotor yang besar dalam jumlah besar. Beberapa daerah yang dilalui rombongan vespa menimbulkan debu jalanan yang mengganggu pernapasan wisatawan lainnya.

4. GEMPA merasa pelaksanaan even Aceh Vespa Festival kurang diawasi dengan baik oleh pihak berwenang. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan bahwa even ini berlangsung sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak meresahkan masyarakat setempat.

6. Pemborosan APBD Aceh dan image negatif untuk daerah. Pemborosan anggaran mencerminkan kurangnya profesionalisme dan pengelolaan yang baik dari pihak yang terlibat. Hal ini dapat mencoreng citra daerah sebagai tujuan pariwisata yang unggul dan dapat dipercaya.

Atas dasar masalah yang muncul, GEMPA menyampaikan tuntutan, antara lain:

1. Pemerintah Provinsi Aceh harus melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan Aceh Vespa Festival dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk
mengurangi dampak negatifnya.

2. Pihak penyelenggara even Aceh Vespa Festival agar lebih memperhatikan aspek lingkungan, kenyamanan masyarakat, dan dampak kebisingan, serta mengkoordinasikan dengan pihak terkait;

3. Ada penegakan hukum terhadap pelanggaran selama pelaksanaan even Aceh Vespa Festival yang meresahkan, termasuk sanksi bagi pihak-pihak yang
bertanggung jawab;

4. Peningkatan komunikasi dan partisipasi aktif warga masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan even besar di Aceh;

5. Pj Gubernur Aceh harus mengevaluasi Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Provinsi Aceh.

TERBARU

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT