Banda Aceh, JBA – Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh menjajaki kerja sama dengan Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, untuk menyiapkan dokumen teknis pembangunan gedung baru melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya mematangkan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Program Studi Arsitektur UIN Ar-Raniry, Marlisa Rahmi, didampingi Sekretaris Program Studi Arsitektur, Meutia, serta perwakilan Tim SBSN BDK Provinsi Aceh, Mulyadi dan Rizka Azhari.
Marlisa Rahmi menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, rencana kerja sama ini dapat menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam mendukung perencanaan pembangunan.
“Alhamdulillah, ini menjadi peluang yang baik untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kami akan mendiskusikan secara internal dokumen apa saja yang dapat kami bantu selesaikan, sehingga perencanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana pembangunan Balai,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (13/10/2026).
Perwakilan Tim SBSN BDK Provinsi Aceh, Mulyadi, mengatakan dukungan Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dokumen teknis sebagai bagian dari persiapan usulan pembangunan gedung melalui SBSN.
“Kami berharap melalui koordinasi ini, Prodi Arsitektur dapat membantu kami dalam menyiapkan dokumen teknis yang dibutuhkan. Alhamdulillah, rencana kolaborasi ini mendapat sambutan positif, sehingga kami dapat mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya untuk mendukung kesiapan usulan pembangunan gedung melalui SBSN,” kata Mulyadi.
Dalam wawancara terpisah, Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Provinsi Aceh, Zulkifli, menegaskan bahwa penyiapan dokumen teknis merupakan bagian penting untuk memastikan rencana pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan lembaga dan perencanaan yang matang.
Ia berharap penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi dapat memperkuat kualitas perencanaan, baik dari aspek teknis maupun kesesuaian fungsi bangunan dengan kebutuhan penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan rencana pembangunan secara lebih terarah. Kami berharap dukungan dari perguruan tinggi dapat membantu BDK Aceh menyiapkan dokumen teknis yang diperlukan, sehingga usulan pembangunan melalui SBSN semakin matang dan sesuai dengan kebutuhan layanan,” ungkapnya.
Melalui penjajakan ini, BDK Provinsi Aceh berharap sinergi dengan UIN Ar-Raniry dapat berlanjut untuk mendukung perencanaan pembangunan gedung yang berkualitas dan fungsional. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana dalam menunjang penyelenggaraan pelatihan serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia. (Rozza Maisyara)




