Banda Aceh, JBA – Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga memanfaatkannya sebagai ruang untuk membangun personal branding, mengembangkan usaha, dan menciptakan peluang ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Mahir Series ke-38 yang digelar Rumah Amal USK di Masjid Jamik USK, Sabtu (26/9). Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di USK dan penerima manfaat Rumah Amal tersebut mengangkat tema “Jualan Laris di Genggaman: Strategi Beriklan dan Berjualan di Media Sosial.”
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran melalui media sosial yang disampaikan oleh Dosen Ilmu Komunikasi USK, Uswatun Nisa, M.A. dan Putri Munawwarah, M.I.Kom.
Pada sesi pertama, Uswatun Nisa menjelaskan mengenai social media marketing (SMM) dan pentingnya memahami strategi pemasaran digital bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan produk, jasa, maupun keahlian yang dimiliki.
Uswatun memperkenalkan konsep marketing funnel yang terdiri atas lima tahapan, yaitu awareness, consideration, conversion, loyalty, dan advocacy. Menurutnya, konsep tersebut membantu seseorang memahami proses membangun perhatian publik hingga mendorong konsumen melakukan pembelian dan kemudian merekomendasikan produk atau jasa kepada orang lain.
Pada tahap awal, pemasar perlu membangun awareness melalui konten yang mampu menarik perhatian dan menjangkau audiens. Selanjutnya, consideration digunakan untuk memberikan informasi mengenai manfaat dan keunggulan produk. Setelah konsumen mengambil keputusan melalui tahap conversion, pemasar perlu menjaga hubungan melalui loyalty hingga akhirnya konsumen yang memiliki pengalaman positif dapat menjadi bagian dari advocacy dengan merekomendasikan produk kepada orang lain.
“Dalam marketing funnel ini kita akan belajar bagaimana pentingnya membangun kesadaran publik pada produk, jasa, atau bahkan pada diri kita sendiri agar publik menyadari keberadaan produk, jasa, atau nilai lebih pada diri kita,” ujar Uswatun.
Menurutnya, marketing funnel tidak hanya relevan bagi mahasiswa yang sudah menjalankan bisnis. Konsep tersebut juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin menjadikan media sosial sebagai salah satu ruang untuk mengembangkan potensi dan memperoleh penghasilan di masa mendatang.
Selain pemasaran produk, Uswatun juga mengajak mahasiswa mulai membangun personal branding. Menurutnya, personal branding dapat menjadi modal ketika mahasiswa nantinya mengembangkan produk, jasa, maupun keahlian yang dimiliki.
Sementara itu, pemateri kedua, Putri Munawwarah, memberikan penjelasan yang lebih teknis mengenai pembuatan konten pemasaran dan iklan di media sosial.
Putri menjelaskan bahwa pemilihan platform perlu disesuaikan dengan karakteristik produk atau jasa serta target konsumen yang ingin dijangkau. Faktor usia audiens juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan platform yang digunakan.
“Setiap media sosial memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu, kita perlu memahami karakteristik setiap platform sebelum menentukan media yang paling sesuai untuk memasarkan sesuatu,” jelas Putri.
Selain pemilihan platform, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai penyusunan konten, penyampaian pesan produk, serta pembuatan materi promosi yang sesuai dengan karakteristik audiens. Peserta kemudian diajak melakukan praktik langsung membuat konten pemasaran untuk media sosial.
Panitia Program Mahir Series Rumah Amal USK, Naufal, mengatakan materi pemasaran digital diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus melihat peluang penghasilan melalui media sosial.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menggunakan media sosial untuk aktivitas komunikasi dan hiburan saja, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sarana membangun personal branding dan menciptakan peluang ekonomi bagi masa depan mereka,” ujar Naufal.
Ia menambahkan, tema Mahir Series kali ini sejalan dengan upaya USK dalam mendorong mahasiswa memiliki semangat sociopreneurship. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu melihat peluang, membangun usaha, dan menciptakan peluang kerja bagi dirinya maupun orang lain.
Kegiatan Mahir Series ke-38 juga sejalan dengan komitmen Universitas Syiah Kuala dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pembekalan keterampilan pemasaran digital, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan potensi diri, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk membangun usaha dan menciptakan peluang ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kreativitas, inovasi, pemasaran, serta kewirausahaan mahasiswa.
Dengan demikian, Mahir Series tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki keterampilan, kreativitas, dan semangat kewirausahaan untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.




