PKM UNESA Pulihkan Kesehatan Gigi Warga Pascabencana Banjir di Aceh Tamiang

Kuala Simpang, JBA — Tim dokter gigi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan program pemulihan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang difokuskan pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta layanan skrining sederhana.

Program bertajuk Pemulihan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Pascabencana Banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang melalui Edukasi PHBS dan Layanan Skrining Sederhana itu dilaksanakan di sejumlah titik, termasuk Kecamatan Bendahara dan Kejuruan Muda.

Ketua tim, drg. Dian Samuel Hasudungan, Sp.Pros., mengatakan kondisi pascabanjir berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat. “Keterbatasan akses air bersih dan perubahan pola hidup selama masa bencana menyebabkan meningkatnya risiko karies dan radang gusi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Selain menyasar masyarakat umum, tim juga menggelar pemeriksaan dan edukasi di lingkungan sekolah. Sebanyak 108 siswa kelas I hingga VI di SD Negeri 07 Kuala Simpang mengikuti pemeriksaan gigi serta praktik menyikat gigi yang benar.

Anggota tim, drg. R. Handi Bramanto, M.H., menjelaskan layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan gigi dan mulut, skrining kesehatan sederhana, konsultasi keluhan, serta pemberian edukasi mengenai teknik menyikat gigi dan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim menemukan masih tingginya kasus karies gigi dan gingivitis pada anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak lanjutan dari situasi darurat yang menyebabkan masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan dasar lain dibandingkan perawatan kesehatan gigi.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melibatkan Nadia Umi Maharani, drg., Sp.KG., dan drg. Sheryn Marcha Ramaniarasari, M.Kes., yang memberikan penyuluhan terkait pentingnya menjaga kebersihan gigi dua kali sehari, pemilihan alat dan bahan perawatan yang tepat, serta deteksi dini gangguan kesehatan gigi.

Kepala SD Negeri 07 Kuala Simpang mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, UNESA menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan promotif dan preventif. Perguruan tinggi, kata Dian, memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis kesehatan pascabencana.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT