Perkuat Numerasi di Wilayah Terdampak Bencana, Tim PKM Unesa Dampingi Guru di Aceh Tamiang

Kuala Simpang, JBA – Di tengah pemulihan wilayah terdampak bencana, sekolah tidak hanya dituntut untuk melanjutkan proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan kompetensi dasar siswa tetap berkembang secara optimal. Salah satu kompetensi yang krusial untuk diperkuat adalah numerasi, karena kemampuan ini berkaitan langsung dengan kecakapan siswa dalam memahami data, mengelola informasi kuantitatif, serta mengambil keputusan dalam berbagai situasi.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melaksanakan kegiatan bertajuk Pendampingan Strategi Inovatif Numerasi Esensial Berbasis Konteks Nyata Satuan Pendidikan Dasar di Wilayah Terdampak Bencana pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di SDN 2 Percontohan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dan diikuti oleh 30 guru dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Tim PKM diketuai oleh Farida Istianah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Dr. Ika Rahmawati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Fiena Saadatul Ummah, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan agar para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang numerasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kondisi kehidupan siswa di daerah terdampak bencana.

Sesi pertama dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi oleh Farida Istianah, M.Pd., yang membahas konsep numerasi serta strategi inovatif penerapannya berbasis konteks nyata. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa numerasi bukan sekadar berhitung, melainkan kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan persoalan sehari-hari, termasuk dalam situasi darurat.

Peserta kemudian diberikan beberapa contoh soal untuk diidentifikasi apakah termasuk numerasi atau bukan. Diskusi ini membantu guru memahami karakteristik soal numerasi yang menekankan pada penalaran. Kegiatan juga diselingi dengan ice breaking berbasis numerasi yang dapat diterapkan kepada siswa agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Pada sesi akhir, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) numerasi berbasis konteks nyata. Hasil rancangan LKPD kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama sebagai bentuk refleksi serta penguatan praktik baik.

Dengan adanya kegiatan ini, Tim PKM UNESA berharap para guru mampu mengimplementasikan strategi inovatif numerasi secara berkelanjutan di kelas masing-masing. Pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi, tetapi juga membantu siswa di wilayah terdampak bencana menjadi lebih kritis dan siap menghadapi berbagai persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT