Lhokseumawe, JBA — Ketua Umum Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU), Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya membangun sistem pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan pemuda-pemuda pelopor berkualitas dari Kabupaten Aceh Utara. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada program “Lhokseumawe Pagi Ini” yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Lhokseumawe, Selasa (3/2/2026), dengan tema Menuju Pemuda Pelopor Aceh Utara 2026.
Dalam paparannya, Rifki menekankan bahwa ajang Pemuda Pelopor bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan gerakan besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Menurutnya, pemuda Aceh Utara memiliki potensi besar untuk tampil unggul asalkan mendapat dukungan pembinaan yang sistematis.
“Pemuda pelopor bukan hanya soal mencari juara, tetapi bagaimana kita menciptakan inovator muda yang mampu melihat persoalan dari akar rumput dan menawarkan solusi yang dapat direplikasi secara nasional,” ujar Rifki.
Ia menambahkan bahwa kemampuan riset dasar, perencanaan program, pendokumentasian kegiatan, serta kemampuan presentasi menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan peserta sejak awal. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan bootcamp pembinaan, pendampingan teknis, serta dukungan CSR untuk pembiayaan awal kegiatan (seed funding).
Selain itu, Rifki mengusulkan agar pemerintah membangun Youth Innovation Hub sebagai ruang kolaborasi pemuda dari berbagai bidang. Menurutnya, Aceh Utara harus memiliki ekosistem ide yang kuat, jejaring dengan perguruan tinggi, serta publikasi yang konsisten agar inovasi pemuda dapat dikenal lebih luas.
“Kalau pemerintah dan komunitas berjalan beriringan, kita optimis Aceh Utara bukan hanya mampu juara tingkat provinsi, tetapi juga bisa menembus tingkat nasional,” tegasnya.
Rifki juga memberikan pesan khusus kepada calon peserta Pemuda Pelopor 2026. Ia berharap para pemuda mampu menghadirkan karya yang lahir dari kebutuhan masyarakat, terdokumentasi dengan baik, serta memiliki dampak keberlanjutan.
“Pemuda harus berani melangkah, karena perubahan besar selalu dimulai dari ide sederhana yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Program tersebut juga menghadirkan Teuku Muhammad Imam Shiddiq, Pemuda Pelopor Aceh Utara 2024 bidang pangan, dan Iskandar, SE, dari panitia pendaftaran Pemuda Pelopor Aceh Utara 2026.
Dengan kolaborasi pemerintah, komunitas, dan generasi muda, diharapkan Aceh Utara dapat kembali melahirkan tokoh-tokoh pemuda pelopor yang mampu membawa nama daerah ke tingkat provinsi dan nasional.




