Banda Aceh, JBA — Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu diwujudkan melalui keterlibatan Ismail Rasyid, S.E, selaku CEO Trans Continent, sebagai donatur Program Beasiswa Orang Tua Asuh Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK). Dukungan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi dunia usaha dan lembaga filantropi untuk membantu mahasiswa mempertahankan keberlangsungan studi di tengah tantangan ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK, Sabtu (14/3/2026), diisi dengan wawancara langsung bersama mahasiswa penerima manfaat dan penyaluran bantuan secara simbolis. Turut hadir Dekan FEB USK Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM beserta jajaran, pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta empat mahasiswa penerima manfaat, yang terdiri atas tiga mahasiswa FEB USK dan satu mahasiswa Fakultas Kedokteran USK.
Keterlibatan Ismail Rasyid tidak sekadar menghadirkan dukungan finansial, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap kondisi mahasiswa yang berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan keterbatasan ekonomi. Melalui wawancara langsung, ia berkesempatan mendengar pengalaman, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi para penerima manfaat selama menjalani perkuliahan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ismail Rasyid, S.E., M.Mtr menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Dukungan terhadap mahasiswa yang membutuhkan diharapkan dapat membantu mereka melewati tantangan ekonomi dan tetap berfokus pada tujuan akademik.
“Pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa, memberi mereka semangat untuk terus belajar, dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik. Semoga ke depan mereka juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Ismail Rasyid.
Program Beasiswa Orang Tua Asuh merupakan salah satu ikhtiar Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, donatur berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan biaya hidup secara berkala agar mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan dasar selama menempuh pendidikan.
Bagi mahasiswa, tantangan perkuliahan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Kebutuhan pangan, tempat tinggal, transportasi, dan keperluan sehari-hari juga menjadi faktor yang memengaruhi kenyamanan serta keberlangsungan studi. Dalam situasi tersebut, dukungan orang tua asuh diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi sehingga mahasiswa memiliki ruang lebih besar untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Dr. Allayli, S.Pt., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Ismail Rasyid dalam mendukung program pendidikan Rumah Amal Masjid Jamik USK. Menurutnya, kepedulian para donatur merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Ismail Rasyid, S.E., M.Mtr atas kepedulian dan kepercayaannya dalam mendukung mahasiswa USK melalui Program Beasiswa Orang Tua Asuh. Bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan mahasiswa, tetapi juga tentang memberikan dukungan moral dan keyakinan bahwa ada banyak pihak yang peduli terhadap perjuangan mereka menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat agar dukungan pendidikan dapat menjangkau mahasiswa yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan oleh penerima.
Pelaksanaan wawancara langsung dalam kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mendekatkan donatur dengan mahasiswa penerima manfaat. Melalui komunikasi tersebut, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi juga membangun kepedulian terhadap perjalanan pendidikan dan masa depan mahasiswa.
Kehadiran tiga mahasiswa dari FEB USK dan satu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran USK turut menggambarkan bahwa tantangan ekonomi dapat dihadapi mahasiswa dari berbagai bidang studi. Karena itu, dukungan pendidikan untuk memastikan keterbatasan finansial tidak serta-merta membatasi kesempatan seseorang dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Rumah Amal Masjid Jamik USK terus mendorong keterlibatan individu, profesional, dan pelaku usaha dalam memperluas manfaat Program Beasiswa Orang Tua Asuh. Partisipasi donatur menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Keterlibatan Ismail Rasyid diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam mendukung mahasiswa yang membutuhkan. Sebab, keberlanjutan pendidikan bukan hanya tanggung jawab mahasiswa dan perguruan tinggi, melainkan juga peluang bagi masyarakat dan dunia usaha untuk berkontribusi dalam menyiapkan generasi masa depan.
Rumah Amal Masjid Jamik USK mengajak masyarakat, alumni, sivitas akademika USK, para profesional, serta pelaku dunia usaha untuk turut mengambil bagian dalam Program Beasiswa Orang Tua Asuh melalui infak pendidikan. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bentuk kepedulian nyata untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup dan melanjutkan pendidikan hingga tuntas.
Kesempatan menjadi orang tua asuh terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam menyiapkan masa depan generasi muda. Melalui infak yang disalurkan secara berkelanjutan, para donatur dapat ikut menghadirkan harapan, meringankan beban mahasiswa, dan memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Rumah Amal Masjid Jamik USK berharap kepedulian Ismail Rasyid dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergabung dalam gerakan kebaikan ini. Sebab, setiap infak yang diberikan bukan sekadar bantuan hari ini, melainkan investasi kebaikan untuk melahirkan generasi berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Program Beasiswa Orang Tua Asuh dapat menghubungi Rumah Amal Masjid Jamik USK melalui kanal komunikasi resmi lembaga untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme infak dan dukungan bagi mahasiswa penerima manfaat.




