Jantho, JBA – Penyuluh Agama Islam KUA Baitussalam, Amiruddin menyapa pasangan suami dan istri yang akan menjalankan bulan Ramadhan Perdana bersama pasangan, melalui program inovasi “Ramadhan Perdana Pengantin.”
“Ramadhan 1447 H menjadi momen perdana mereka bersama pasangan sah, setelah menikah di KUA Baitussalam. Tentu para pengantin telah hidup bersama dan memahami pentingnya mempertahankan rumah tangga,” jelas pria yang biasa disapa Abu Teuming, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menyebutkan sejak menjalani proses Bimbingan Calon Pengantin (Catin), semua pasangan telah diberikan wejangan dan sepakat tetap akan membangun komunikasi dengan fasilitator bimbingan perkawinan, meskipun usia pernikahan tidak lagi muda.
“Kami sudah buat janji tetap silaturahmi walaupun via media sosial. Kami juga punya grub pengantin sebagai wadah silaturahmi dan mendapatkan informasi ketahanan rumah tangga,” jelas Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Aceh ini.
Menurut Abu Teuming, Ramadhan momen tepat menata rumah tangga menuju ‘Keluarga Surga’. Ramadhan menuntut suami istri mengendalikan diri dari emosional negatif yang membuat gesekan dalam rumah tangga. Maksimalkan Ramadhan, raih harmonisasi rumah tangga.
Abu Teuming menerangkan kedekatan emosional pasangan suami istri dengan fasilitator Bimwin menjadi langkah sederhana mengantisipasi konflik rumah tangga, sehingga jika ada konflik segera terdeteksi dan mendapatkan konsultasi demi menguatkan ketahanan rumah tangga.
“Ini ikhtiar saya dan penyuluh untuk mencegah terjadi perceraian yang selama ini kian meningkat,” tutupnya.
Jelang Ramadhan 1447 H, Abu Teuming memproduksi konten dan flayer yang disebarkan kepada pengantin via WhatsApp. Konten berisi narasi edukatif terkait penguatan peran suami istri untuk menciptakan keluarga harmonis.




