Banda Aceh, JBA — Tiga santri Dayah Mini Aceh, Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, bersiap melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ketiga santri tersebut adalah Ahmad Nazim asal Aceh Besar, Misra asal Aceh Timur, dan Mohammed Zidane asal Banda Aceh. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Mesir pada 8 Oktober 2026.
Sebelum keberangkatan, keluarga besar Dayah Mini Aceh menggelar acara Tasyakuran dan Pelepasan Santri Menuju Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Senin, 5 Oktober 2026.
Acara berlangsung di Dayah Mini Aceh, Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh.
Ketiga santri tersebut akan menempuh bidang studi yang berbeda di Universitas Al-Azhar.
Ahmad Nazim akan mengambil Jurusan Tafsir, Fakultas Ushuluddin. Ia akan memperdalam kajian Al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir.
Kemudian Misra akan menempuh pendidikan pada Jurusan Bahasa Arab, Fakultas Lughah dan Adab. Bidang ini akan memperkuat penguasaan bahasa Arab sekaligus memperluas wawasan tentang bahasa dan sastra Arab.
Sementara Mohammed Zidane akan mengambil Jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin. Ia akan mendalami kajian akidah, pemikiran Islam, dan filsafat.
Pembina Dayah Mini, Abi Umar Rafsanjani di dampingi Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk. Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I., mengatakan bahwa keberangkatan tiga santri tersebut merupakan kaderisasi calon guru Dayah Mini kelak, oleh karena itu mereka diberi biaya siswa dari Dayah Mini dan dibantu mengurus segala hal yang berkaitan dengan pendidikan di mesir sana.
Menurutnya, keberangkatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya agar memiliki semangat untuk terus belajar dan berani bercita-cita tinggi.
“Kami berharap mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga adab sebagai santri, menjaga nama baik keluarga, Dayah Mini Aceh, dan Aceh. Yang paling penting, ilmu yang mereka peroleh nantinya dapat kembali memberikan manfaat bagi Dayah Mini dan umat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan di Dayah Mini tidak hanya bertujuan mencetak santri yang menguasai ilmu agama, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai pusat keilmuan di dalam maupun luar negeri.
Dayah Mini Aceh sendiri memiliki fokus pendidikan pada tiga bidang utama, yaitu Tahfiz Al-Qur’an, Kitab Kuning, dan Bahasa Arab. Ketiga program tersebut diperkuat dengan pembinaan akhlak dan pembentukan karakter santri.
“Program kami diarahkan pada penguatan Al-Qur’an, kitab kuning, dan bahasa Arab. Kami ingin santri memiliki dasar keilmuan yang kuat sehingga ketika melanjutkan pendidikan ke luar negeri, mereka sudah memiliki bekal yang memadai,” ujar Mustafa.
Bukan Sekadar Melanjutkan Pendidikan
Keberangkatan Ahmad Nazim, Misra, dan Mohammed Zidane ke Al-Azhar tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan individual.
Bagi Dayah Mini Aceh, hal tersebut merupakan bagian dari proses membangun generasi Aceh yang memiliki kemampuan keilmuan dan wawasan internasional.
Dayah Mini Aceh memberikan perhatian besar kepada anak-anak dari kalangan fakir miskin dan yatim-piatu. Pendidikan dan berbagai kebutuhan santri diupayakan ditanggung oleh pihak dayah.
Karena itu, keberhasilan santri melanjutkan pendidikan ke luar negeri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan masa depan,” tutur Tgk Mustafa.
Membawa Nama Aceh ke Kairo
Ketiga santri tersebut nantinya tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga. Mereka juga membawa nama Dayah Mini Aceh dan Aceh ke lingkungan akademik internasional.
Mereka diharapkan mampu menjaga akhlak, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai pendidikan dayah selama berada di Kairo.
“Pesan kami sederhana: belajar yang sungguh-sungguh, jaga ibadah, jaga akhlak, hormati guru, dan jangan lupa kepada tanah kelahiran. Kapan pun dan di mana pun berada, tetaplah menjadi santri yang membawa manfaat,” kata Tgk Mustafa.
Acara tasyakuran dan pelepasan tersebut diselenggarakan oleh keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam Dayah Mini Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri dan didukung oleh Pembina Yayasan Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., MA, Ketua Yayasan Tgk. Alwy Akbar Al Khalidi, SH., MH., serta Pimpinan Dayah Tgk. Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I.
Dalam acara tersebut Abu H Faisal Ali – Ketua MPU Aceh, memberi pesan dan nasihat kepada alumni yang berangkat ke Mesir dan santri Dayah Mini. Juga perkuat oleh Syeh Abu Muaz Muhammad Abdul Hay al Mishra, ulama Mesir.
Adapun tamu undangan yang hadir diantaranya; Prof Dr. H Syamsul Rijal, MA., Waled Rusli, M.A.g., Budi Syaiful – GM Hermes Palace, Ust Muzakir Insan Qur’ani, Dr Fadhil Rahmi, Lc, MA. Ust Zul Arafah, Tgk H. Akmal Abzal, MH., Syeh Edi Syuhada dan Tgk Muhammad Ridha Mitra Utama Ilmu, Tgk Taufik Ibrahim, Dr Yusuf Qardhwi, MH kepala Baitul Mal Banda Aceh, Muslim Bank Aceh, Tgk Munzir Tungkop, Ust Zulfikar SBY, Cut Linda, Bunda Nidar, Ibu Muna, Jama’ah MPU – T serta sejumlah Tokoh agama, tokoh masyarakat dan donatur. [*]




