334 Mahasiswa STAI Aceh Tamiang Ikut Wisuda Ke-XV

Kuala Simpang, JBA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aceh Tamiang menggelar Wisuda Ke-XV dengan mengukuhkan 334 sarjana, di Vitra Tirta Convention Hall, Kota Langsa, Sabtu, 11 April 2026.

Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi jumlah wisudawan terbanyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua STAI Aceh Tamiang, Rizki Maulana menyampaikan wisuda kali ini memiliki makna yang sangat signifikan.

“Wisuda Ke-XV adalah wisuda yang sangat signifikan dibandingkan wisuda sebelumnya,” ujarnya dalam sambutan di hadapan sarjana.

Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Setiap langkah yang diambil para lulusan akan mencerminkan institusi tempat mereka menimba ilmu.

“Apa pun yang dilakukan oleh wisudawan dan wisudawati akan berdampak pada nama baik almamater. Ini adalah tanggung jawab moral untuk membesarkan nama STAI Aceh Tamiang,” tegasnya.

Ketua STAI Aceh Tamiang menegaskan komitmen pengembangan institusi. Kampus tidak akan berhenti pada jenjang strata satu, tetapi akan melangkah ke jenjang strata dua. Saat ini, STAI Aceh Tamiang tengah mempersiapkan pembukaan program S2 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan pengembangan kelembagaan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu, sambutan yayasan sekaligus orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. Muzakir Samidan Orang, S.H., M.H., M.Pd mengatakan pentingnya ilmu sebagai sumber kemuliaan.

“Ilmu dapat menjadikan manusia bermartabat, terhormat, bahkan menjadi jalan untuk meraih harta dan jabatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kisah Nabi Sulaiman sebagai teladan. Dalam kisah tersebut. Nabi Sulaiman diberikan pilihan antara harta, kekuasaan, atau ilmu, dan ia memilih ilmu. Dari pilihan itu, Allah menganugerahkan tidak hanya pengetahuan, tetapi juga kekuasaan dan kekayaan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa ilmu merupakan kunci utama dalam meraih keberhasilan hidup.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Hukum sebagai Fenomena Sosial”, Prof Muzakir menjelaskan penegakan hukum di Indonesia harus mempertimbangkan budaya hukum setempat. Ia mencontohkan bahwa hukum pidana di Aceh dapat berbeda dalam penanganannya dibandingkan daerah lain, meskipun kasus yang dihadapi serupa.

Perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah V Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Kopertais, Dr. Bustami Abu Bakar, M.Hum turut memberikan apresiasi. Saat ini terdapat 39 PTKIS di Aceh, dan pada tahun 2024 terdapat dua kampus yang telah bertransformasi menjadi universitas, yakni Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga dan Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen.

“Kami melihat adanya cita-cita besar dari pimpinan dan yayasan agar STAI Aceh Tamiang dapat bertransformasi menjadi universitas. Kita doakan bersama agar hal tersebut dapat terwujud,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan dinamika perkembangan PTKIS di Aceh, STAI Aceh Tamiang dinilai telah berada pada kategori yang sangat baik. Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan umum dan bukan hasil penetapan resmi.

Wisuda ke-XV ini menjadi momentum penting bagi STAI Aceh Tamiang dalam menunjukkan eksistensi dan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul serta terus berkembang menuju institusi pendidikan yang lebih maju.

SumberSafrizal

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT