Sebagai langkah cepat merespons dampak bencana hidrometeorologi dan menjaga stabilitas harga menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Aceh resmi menggelar Pasar Murah serentak di 23 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, menegaskan bahwa kegiatan yang mencakup 69 titik lokasi ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Aceh untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan murah di tengah situasi sulit.
“Pasar murah ini adalah perintah Bapak Gubernur agar pemerintah hadir langsung meringankan beban warga. Kita ingin memastikan bahwa meski pasca bencana, stok pangan aman dan harganya tetap stabil menyongsong bulan puasa,” ujar T. Adi Darma.
Dalam pelaksanaan tahun ini, Pemerintah Aceh mengalokasikan subsidi yang cukup besar untuk empat komoditas utama. Adapun rincian total kuota dan besaran subsidi yang diberikan adalah sebagai berikut:
• Beras Premium: Total 414 Ton (Subsidi Rp5.000/kg)
• Gula Pasir: Total 69 Ton (Subsidi Rp6.000/kg)
• Minyak Goreng Kemasan: Total 69 Ton (Subsidi Rp6.000/kg)
• Telur Ayam: Total 34.500 Papan (Subsidi Rp15.000/papan)
T. Adi Darma merincikan bahwa distribusi logistik akan dilakukan secara merata ke seluruh wilayah Aceh. “Masing-masing kabupaten/kota akan mendapatkan alokasi kuota berupa 18 ton beras premium, 3 ton gula pasir, 3 ton minyak goreng, dan 1.500 papan telur ayam,” jelasnya.
Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari di 69 titik lokasi yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Melalui subsidi ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat terkendali dengan baik.
Di akhir keterangannya, Kepala Disperindag Aceh mengimbau agar masyarakat memanfaatkan momentum ini dengan bijak. “Kami meminta masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan atau untuk ditimbun, agar manfaat pasar murah ini bisa dirasakan secara merata,” tutup T. Adi Darma. []




