Sumatra Utara, JBA – Tim PKM Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan program bertajuk Lentera: Pendampingan Bahan Ajar Literasi Berbasis Mitigasi Bencana bagi Anak Terdampak Bencana pada 29 Januari 2026 di SDN 050727 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Program ini diketuai oleh Melia Dwi Widayanti, M.Pd., dengan anggota Dhian Gowinda Luh Safitri, S.Pd., M.Ed., dan Dr. Ari Metalin Ika Puspita, S.Pd.SD., M.Pd.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan pembelajaran pascabencana banjir yang tidak hanya berfokus pada pemulihan akademik, tetapi juga penguatan literasi berbasis mitigasi bencana. Tim PKM melakukan pendampingan bersama guru dan siswa melalui pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai sarana pembelajaran literasi pascabencana.
Para siswa diajak untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka, salah satunya dengan menggambar barang kesukaan sebagai bagian dari proses pemulihan psikososial yang terintegrasi dalam pembelajaran literasi.
Selain mendampingi siswa, tim juga memberikan pendampingan intensif kepada guru dalam menyusun dan mengembangkan LKPD. Guru dibekali buku panduan yang dirancang sebagai pegangan dalam menerapkan materi literasi berbasis mitigasi bencana di kelas. Buku tersebut disusun sesuai dengan kurikulum darurat yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga dapat mendukung keberlanjutan pembelajaran di tengah situasi darurat bencana.
Ketua tim, Melia Dwi Widayanti, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun ketangguhan siswa melalui literasi. “Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga memahami situasi, mengenali risiko, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Dosen Pendidikan Guru PAUD Unesa itu.
Guru dan siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Para guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan penyusunan bahan ajar yang aplikatif dan relevan dengan kondisi pascabencana. Sementara itu, siswa tampak lebih semangat dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang dikemas secara interaktif.
Harapannya, literasi berbasis mitigasi bencana ini dapat menjadi bagian integral dalam pembelajaran di sekolah terdampak, sehingga tidak hanya memulihkan proses belajar mengajar, tetapi juga menumbuhkan generasi yang tangguh, adaptif, dan sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.




