Jelang Ramadhan, Korban Banjir di Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Terima Mukena dan Sajadah

Kuala Simpang, JBA – Fakultas Hukum Universitas Abulyatama (Unaya) dan Puteri Anak Indonesia Riau 2022 dan Puteri Anak Indonesia Aceh 2025 menginisiasi pendistribusian bantuan bagi korban banjir Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan dilakukan menjelang Ramadhan 1447 H.

Dekan Fakultas Hukum Unaya dan Founder Warung Penulis, Dr Hj Siti Rahmah SH MKn mengatakan Ramadhan adalah bulan cinta, bulan kepedulian, dan bulan di mana hati-hati yang beriman dipanggil untuk saling menguatkan. Dalam semangat itulah, Warung Penulis mengambil bagian untuk berbagi kepada saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah banjir akhir 2025.

“Kami percaya, kebaikan sekecil apa pun akan menjadi cahaya, dan setiap uluran tangan adalah doa yang menguatkan. Bagi kami, berbagi bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi menghadirkan harapan. Bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang rasa persaudaraan yang diteguhkan. Semoga bantuan ini menjadi penguat langkah, penghapus duka, dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Siti Rahmah saat salurkan bantuan di Desa Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menyebutkan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan empati dan cinta dalam tindakan nyata.

Siti Rahmah mengucapkan terima kasih kepada semua yang berkontribusi, karena setiap kontribusi baik tenaga, pikiran, doa, maupun materi, adalah bagian penting dari gerakan kebaikan ini.

“Alhamdulilah, Puteri Anak Indonesia Aceh 2025 dan Puteri Anak Indonesia Riau 2022 menyumbang baju baru, dan itu sudah kami salurkan,” ucap Founder Warung Penulis ini.

Sementara perwakilan Puteri Anak Indonesia Aceh 2025 berharap bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi warga yang terkena dampak banjir. Semoga Aceh akan segera bangkit dan juga pulih dalam semua sektor.

Penerima manfaat yang juga warga Kampong Meurandeh, Umi Kasum bersyukur mendapatkan bantuan sajadah, mukena, dan sarung. Pasca banjir, kami belum mendapatkan bantuan peralatan salat seperti ini.

“Saya selalu berdoa usai salat supaya ada mukena baru untuk Ramadhan ini,” ucapnya terharu.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT