BDK Aceh Hadirkan Pendampingan Psikologis bagi Guru Penyintas Banjir di Pidie Jaya

Meureudu, JBA – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan pasca bencana dengan menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi guru madrasah penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya pada Kamis, 29 Januari 2026 yang dipusatkan di MTsN 2 Pidie Jaya.

Langkah kemanusiaan ini diinisiasi oleh para Widyaiswara BDK Aceh sebagai bentuk dukungan moral dan psikologis bagi para pendidik yang terdampak langsung oleh musibah tersebut. Dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya dan sebanyak 100 guru madrasah, program ini difokuskan untuk membantu para guru bangkit dari beban emosional agar mereka dapat kembali menjalankan peran strategisnya di dunia pendidikan dengan penuh semangat dan stabilitas mental.

Dalam pelaksanaannya, Ketua Koordinator Widyaiswara BDK Aceh sekaligus Ketua Asosiasi Persatuan Widiyaiswara Indonesia (APWI) Kementerian Agama, Asmahan, menjelaskan bahwa program pemulihan ini dibangun di atas tiga fondasi utama, yaitu ekoteologi, psikologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Melalui aspek ekoteologi, para peserta diajak melakukan refleksi keagamaan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai upaya preventif terhadap bencana. Sementara itu, pendekatan psikologi digunakan untuk memperkuat resiliensi mental guru dalam menghadapi trauma, yang kemudian dipadukan dengan konsep KBC yang menempatkan kasih sayang sebagai pilar utama dalam mendidik siswa di wilayah terdampak.

Materi-materi tersebut disampaikan secara mendalam oleh tim Widyaiswara yang terdiri dari Kamarullah, Mulyadi Idris, dan Erfiati melalui sesi refleksi dan diskusi kelompok yang interaktif.

Kepala BDK Aceh, Qadriyah, dalam keterangan terpisah memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi sigap para Widyaiswara tersebut. Beliau menegaskan bahwa BDK Aceh tidak hanya berperan sebagai lembaga pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara, tetapi juga mengemban tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat saat krisis terjadi.
Menurutnya, pemulihan pasca bencana yang komprehensif harus menyentuh dimensi spiritual dan emosional, bukan sekadar bantuan fisik semata.

Dengan penguatan ini, diharapkan para guru madrasah di Pidie Jaya dapat kembali menjadi sumber inspirasi dan ketenangan bagi peserta didik mereka, sekaligus mempertegas komitmen BDK Aceh untuk terus berkhidmat dan menebar nilai-nilai kemanusiaan di seluruh pelosok negeri.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT