Wakil Ketua DPRA: PKA-8 Momen yang Ditunggu Masyarakat

Banda Aceh, JBA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, mengajak pengunjung memanfaatkan momen Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)-8 sebagai ruang edukasi untuk kembali mengenal nilai-nilai sejarah, adat, dan kebudayaan Aceh.

“Setiap daerah 23 kabupaten/kota di Aceh memiliki sejarah kebudayaan masing-masing. Melalui momen inilah kita kembali mengingat dan belajar kembali tentang sejarah itu,” kata Safaruddin, Jumat, 10 November 2023.

Safaruddin melihat, animo masyarakat selama perhelatan PKA-8 berlangsung sangat luar biasa. Hal itu membuktikan event kebudayaan tersebut menjadi sesuatu yang selalu dinantikan.

“Soal animo pengunjung kita akui, ini menunjukkan bahwa masih ada nilai kultur dan keinginan masyarakat kita menjaga itu. Menjaga dan menganggap PKA ini adalah event yang paling dinantikan,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut Safaruddin, PKA-8 menjadi wadah pemersatu dan saling menjaga silaturahmi antar masyarakat Aceh.

“Jaga kelestarian budaya, jaga sumber daya energi bidang kebudayaan, kultur, adat  yang terus kita jaga sebagai bentuk kekhususan dan nilai-nilai ke-Acehan,” ucapnya.

Namun demikian, Safaruddin turut menyayangkan pada malam pembukaan PKA tidak dihadiri oleh sosok dan tokoh nasional. Padahal, sebelum-sebelumnya pernah dihadiri oleh Presiden, Menteri, hingga tokoh-tokoh besar lainnya.

“Hanya menyayangkan itu, mudah-mudahan pada penutupan ada tamu negara yang menjadi perhatian kita dan ditunggu oleh warga Aceh,” pungkasnya.

Namun, H-1 menjelang pembukaan Menteri PMK batal hadir karena ada kegiatan bersama Presiden Jokowi yang tidak bisa dielakkan, sehingga diwakilkan oleh Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT